
Mengenal Modus Penipuan Kencan. Fenomena “Oppa Korea”—istilah panggilan akrab untuk laki-laki Korea yang lebih tua—telah menjadi daya tarik global. Didorong oleh popularitas K-Drama, K-Pop, dan budaya Korea secara keseluruhan. Namun, di balik fantasi romantis, terselip bahaya nyata yang dikenal sebagai Love Scamming atau penipuan berkedok asmara. Dalam beberapa tahun terakhir, sindikat penipuan ini semakin marak menggunakan identitas palsu “Oppa Korea” untuk menjerat korban, terutama wanita, hingga kerugian finansial yang sangat besar.
Apa Itu Modus “Oppa Korea” dalam Love Scamming?
Love Scamming adalah jenis penipuan yang dilakukan dengan cara membangun hubungan romantis (palsu) dengan korban secara daring, dengan tujuan akhir memeras uang mereka. Modus “Oppa Korea” memanfaatkan fantasi dan ketertarikan terhadap pria Korea yang digambarkan ideal dalam media: tampan, romantis, dan sukses.
- Pembuatan Profil Palsu: Penipu biasanya menggunakan foto-foto pria Korea yang menarik (seringkali hasil curian dari media sosial atau disunting). Mengaku sebagai figur profesional yang sukses seperti tentara/militer, insinyur, pengusaha, atau bahkan dokter, yang konon sedang bertugas di luar negeri.
- Target Korban: Sasarannya adalah orang-orang yang aktif di aplikasi kencan online atau media sosial seperti Instagram, WhatsApp, atau Facebook, dan menunjukkan ketertarikan pada budaya Korea. Korban seringkali adalah wanita yang kesepian atau mendambakan hubungan romantis yang intens.
- Pembangunan Hubungan Intensif: Komunikasi dibangun secara intensif dalam waktu singkat. Penipu akan memberikan perhatian, pujian, dan janji-janji manis (disebut love bombing) untuk mendapatkan kepercayaan penuh dan membangun ikatan emosional yang kuat dengan korban.
- Tidak Pernah Bertemu Langsung: Hubungan selalu dibatasi hanya secara online. Penipu akan selalu memiliki alasan logis dan menyentuh mengapa mereka tidak bisa bertemu langsung, misalnya karena tugas militer di zona konflik, proyek mendesak di luar negeri, atau pembatasan tertentu.
💰 Kapan Uang Mulai Diminta?
Setelah kepercayaan korban didapatkan, penipu akan mulai melancarkan aksinya dengan mengajukan permintaan uang. Permintaan ini selalu dibungkus dengan cerita yang menyedihkan, mendesak, atau menjanjikan imbalan besar di masa depan. Beberapa alasan umum yang digunakan meliputi:
- Masalah Mendesak: Penipu mengaku menghadapi keadaan darurat seperti tagihan medis, masalah hukum, atau kesulitan keuangan mendadak saat bertugas/bekerja di luar negeri.
- Biaya Pulang: Modus yang paling sering adalah meminta bantuan dana untuk membeli tiket pesawat, visa, atau biaya administrasi agar “Oppa” bisa datang menemui korban. Uang ini selalu terhambat oleh masalah birokrasi, sehingga permintaan dana akan terus berulang.
- Investasi Bersama: Penipu mengajak korban untuk berinvestasi dalam proyek bisnis yang menggiurkan yang konon akan menjamin masa depan mereka berdua.
- Hadiah/Paket Tertahan: Penipu mengirimkan “hadiah mewah” (misalnya tas bermerek atau uang tunai) yang diklaim tertahan di bea cukai. Korban diminta membayar biaya rilis paket tersebut, yang ternyata fiktif.
🛡️ Cara Melindungi Diri dari Penipuan “Oppa Korea”
Korban Love Scamming seringkali mengalami kerugian finansial hingga miliaran Rupiah, seperti kasus yang pernah terjadi pada seorang wanita di Malaysia yang ditipu hingga RM3,9 juta.
Berikut adalah langkah-langkah untuk melindungi diri Anda:
- Verifikasi Identitas: Lakukan pencarian gambar terbalik (reverse image search) di Google untuk memastikan foto yang digunakan penipu tidak dicuri dari internet. Waspadai jika profil tidak memiliki banyak foto asli atau akun media sosial yang baru dibuat.
- Jangan Pernah Kirim Uang: Ini adalah aturan emas. Jika seseorang yang baru Anda kenal online, tidak peduli seberapa mesra ia, mulai meminta uang dengan alasan apa pun, segera putuskan komunikasi.
- Waspadai Love Bombing: Waspada terhadap perhatian berlebihan, pujian yang terlampau manis, dan janji-janji hubungan serius yang terkesan terburu-buru. Hubungan yang sehat membutuhkan waktu.
- Tolak Komunikasi di Luar Aplikasi Kencan: Penipu seringkali berusaha memindahkan komunikasi ke WhatsApp atau media sosial pribadi lainnya dengan cepat. Hal ini membuat mereka lebih sulit dilacak.
- Jaga Informasi Pribadi: Jangan pernah memberikan informasi sensitif seperti nomor rekening bank, KTP, atau foto/video pribadi.
Penutup
Ketertarikan pada budaya Korea adalah hal yang wajar, namun jangan biarkan fantasi menutupi akal sehat. Ingatlah bahwa “Oppa” sejati tidak akan pernah meminta uang kepada seseorang yang baru mereka kenal di internet. Jika Anda merasa menjadi korban, segera laporkan ke pihak berwajib dan blokir semua komunikasi dengan pelaku.
Leave a Reply