Arab Saudi Kembali Dikepung Banjir, negara yang identik dengan iklim gurun yang kering. Kembali menghadapi fenomena alam ekstrem. Sepanjang tahun 2025, negara ini beberapa kali dilanda curah hujan tinggi, dan yang terbaru, banjir bandang kembali menerjang sejumlah wilayah strategis pada pertengahan Desember 2025.
Peristiwa ini menjadi sorotan dunia, terutama karena dampaknya terhadap kota-kota suci dan infrastruktur modern di kawasan tersebut. Berikut adalah rangkuman lengkap mengenai situasi terkini.

1. Situasi Terkini (Desember 2025)
Pada pertengahan Desember 2025, hujan lebat mengguyur wilayah pesisir barat Arab Saudi. Menyebabkan banjir bandang yang signifikan.
- Wilayah Terdampak: Kota Jeddah menjadi salah satu yang terparah, bersama dengan wilayah Makkah, Madinah, Rabigh, dan Tabuk.
- Kondisi Lapangan: Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan jalan-jalan utama di Jeddah berubah menjadi sungai deras berwarna cokelat. Banyak kendaraan roda empat yang terendam hingga atap atau hanyut terseret arus air yang kuat.
- Peringatan Resmi: Pusat Meteorologi Nasional (NCM) Arab Saudi telah mengeluarkan peringatan “merah” untuk beberapa wilayah, memprediksi hujan lebat disertai angin kencang dan potensi hujan es.
2. Bukan Kejadian Tunggal di 2025
Banjir Desember ini bukanlah insiden pertama tahun ini. Arab Saudi mengalami anomali cuaca yang cukup intens sepanjang 2025:
- Januari 2025: Pada awal tahun, banjir besar juga melanda Makkah dan Madinah. Saat itu, curah hujan ekstrem menyebabkan gangguan serius bagi jemaah umrah dan aktivitas warga lokal.
- Pola Berulang: Frekuensi banjir yang meningkat—dari awal tahun hingga akhir tahun—menunjukkan adanya perubahan pola cuaca yang signifikan di Jazirah Arab.
3. Penyebab Utama: Mengapa Gurun Bisa Banjir?
Para ahli meteorologi menunjuk beberapa faktor penyebab fenomena ini:
- Depresi Atmosfer: Adanya tekanan rendah (depression) di atmosfer yang menarik massa udara lembap dari Laut Merah, menciptakan awan badai yang masif.
- Badai Konvektif: Peneliti mengidentifikasi jenis badai ini sebagai convective storm, di mana awan cumulonimbus tumbuh vertikal dengan cepat. Menumpahkan hujan deras dalam waktu singkat di area yang spesifik.
- Sistem Drainase: Meskipun infrastruktur Arab Saudi sangat modern. Sistem drainase di beberapa kota tua atau area lembah (wadi) sering kali kewalahan menampung volume air hujan yang turun dalam jumlah ekstrem dalam waktu singkat.
4. Dampak Bagi Warga dan Jemaah
Banjir ini membawa dampak langsung bagi kehidupan sehari-hari dan aktivitas keagamaan:
- Llalu Lintas Lumpuh: Banyak ruas jalan utama dan underpass di Jeddah ditutup total.
- Sekolah Diliburkan: Demi keselamatan, otoritas setempat di beberapa provinsi meliburkan sekolah atau mengalihkannya ke sistem pembelajaran jarak jauh.
- Peringatan bagi Jemaah Umrah: Jemaah diimbau untuk menghindari area lembah dan memantau pembaruan cuaca sebelum bepergian antara Jeddah, Makkah, dan Madinah. Mengingat jalan penghubung bisa berbahaya saat hujan lebat.
5. Respons Pemerintah Saudi
Pemerintah Arab Saudi, melalui Pertahanan Sipil (Civil Defense), bergerak cepat dengan:
- Mengerahkan tim penyelamat untuk mengevakuasi warga yang terjebak di dalam kendaraan.
- Mengeluarkan peringatan dini melalui SMS dan media sosial agar warga tetap berada di dalam rumah.
- Terus memperbaiki infrastruktur pengendali banjir, yang menjadi tantangan besar seiring perubahan iklim global.
Leave a Reply