Chivu Membawa Inter Milan Merajai Puncak Serie A – Ketika manajemen Inter Milan mengumumkan penunjukan Christian Chivu sebagai pelatih kepala tim utama. Banyak alis terangkat di seluruh Italia. Meski sukses besar bersama tim Primavera (U-19). Menangani tekanan di Giuseppe Meazza adalah tantangan yang sama sekali berbeda.
Namun hari ini, keraguan itu telah berubah menjadi kekaguman. Di bawah asuhan pria asal Rumania tersebut. I Nerazzurri kini duduk nyaman sebagai Capolista (pemuncak klasemen) Liga Italia Serie A. Menampilkan sepak bola yang tidak hanya pragmatis, tetapi juga mematikan.

Mentalitas Treble Winner
Chivu bukanlah orang asing bagi Interisti. Sebagai bagian dari skuad legendaris peraih Treble 2010 di bawah Jose Mourinho. Ia tahu betul arti DNA kemenangan klub ini.
“Saya tidak meminta pemain untuk menjadi saya. Saya meminta mereka untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri. Namun dengan satu syarat: berkorban darah dan keringat untuk seragam ini. Sama seperti yang kami lakukan di tahun 2010,” ujar Chivu dalam sebuah wawancara pasca-pertandingan.
Mentalitas “petarung” inilah yang berhasil ia suntikkan ke dalam skuad. Inter di bawah Chivu bermain dengan disiplin militer di lini belakang—mengingatkan pada masa jayanya sebagai bek—namun dengan transisi serangan balik yang jauh lebih tajam.
Taktik: Pertahanan Besi dan Transisi Kilat
Apa yang membuat Inter versi Chivu begitu sulit dikalahkan?
- Organisasi Pertahanan: Mengambil pelajaran dari masa baktinya sebagai pelatih muda, Chivu memperbaiki struktur pertahanan Inter. Mereka menjadi tim dengan kebobolan paling sedikit (least conceded) di liga sejauh ini.
- Fleksibilitas Formasi: Meski identik dengan formasi 3 bek khas Italia. Chivu berani beradaptasi. Ia sering mengubah taktik di tengah pertandingan. Sebuah kecerdasan yang ia asah selama bertahun-tahun menganalisis permainan dari lini belakang.
- Pemanfaatan Pemain Muda: Berkat pengalamannya melatih Inter Primavera. Chivu berani mengorbitkan talenta muda akademi untuk melapis pemain senior, menciptakan kedalaman skuad yang segar dan bertenaga.
Momen Kunci: Dominasi Derby della Madonnina
Titik balik sesungguhnya terjadi pada Derby della Madonnina. Menghadapi rival sekota AC Milan. Inter tampil dominan secara taktik. Kemenangan telak di laga tersebut tidak hanya mengamankan 3 poin. Tetapi juga mengirimkan sinyal ke seluruh Italia: Inter di bawah Chivu adalah kandidat serius Scudetto.
Helm pelindung kepala yang dulu menjadi ciri khasnya saat bermain karena cedera, kini menjadi simbol metafora: Chivu datang untuk melindungi kehormatan Inter dan membawa mereka kembali ke puncak.
Menatap Scudetto
Jalan masih panjang, namun atmosfer di Appiano Gentile sangat positif. Para pemain terlihat percaya sepenuhnya pada visi sang pelatih. Christian Chivu. Yang dulu menjaga garis pertahanan dengan nyawanya, kini memimpin pasukan dari pinggir lapangan dengan semangat yang sama.
Jika konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin “Sang Gladiator” akan mengangkat trofi Serie A. Kali ini bukan sebagai pemain, melainkan sebagai arsitek kemenangan.
Leave a Reply