Profil Désiré Doué – Kemenangan dramatis 2-3 Paris Saint-Germain atas AS Monaco di Stade Louis II menjadi buah bibir para pecinta sepak bola dunia. Pertandingan yang berjalan sangat intens ini tidak hanya mengubah peta persaingan di Klasemen liga champions uefa. Tetapi juga melambungkan satu nama: Désiré Doué. Pemain muda berbakat ini tampil sebagai pahlawan setelah gol telatnya memastikan tiga poin krusial bagi sang juara bertahan dalam lanjutan fase gugur musim 2025/2026.
Siapa Désiré Doué?
Désiré Doué, atau yang memiliki nama lengkap Désiré Nonka-Maho Doué, lahir pada 3 Juni 2005 di Angers, Prancis. Pemain yang berposisi sebagai gelandang serang atau sayap ini didatangkan PSG dari Rennes dengan ekspektasi tinggi. Bakat alaminya dalam mengolah si kulit bundar serta visi bermain yang dewasa di usia muda menjadikannya salah satu properti terpanas di ucl.

Dikenal dengan kemampuan dribbling yang eksplosif dan ketenangan di depan gawang, Doué berhasil membuktikan bahwa ia bukan sekadar pelapis. Di markas Monaco, ia menunjukkan mentalitas juara yang sangat dibutuhkan PSG untuk tetap bersaing dengan klub raksasa lain seperti Real Madrid dan Arsenal di level tertinggi Eropa.
Peran Krusial dalam Laga Melawan AS Monaco
Pertandingan tandang ke Monaco selalu menjadi tantangan berat bagi tim mana pun. Sebelum peluit panjang berbunyi, banyak pengamat yang memberikan prediksi skor Monaco vs PSG akan berakhir imbang. Namun, masuknya Doué sebagai pemain pengganti mengubah dinamika permainan. Saat skor tertahan 2-2, Doué melakukan manuver individu dari sisi kiri. Melewati dua bek Monaco, dan melepaskan tembakan melengkung yang bersarang di pojok gawang lawan.
Kemenangan 2-3 ini tidak hanya soal tiga poin, tetapi juga tentang pesan kuat bahwa regenerasi skuat asuhan Luis Enrique berjalan sangat sukses. Berkat gol penyelamat tersebut, posisi PSG di Klasemen sementara liga champions 2025 kini merangkak naik ke zona aman. Memberikan napas lega bagi para pendukung Les Parisiens menjelang laga leg kedua.
Masa Depan Cerah di Paris
Dengan usia yang baru menginjak 20 tahun, masa depan Désiré Doué bersama PSG tampak sangat cerah. Ia memiliki fleksibilitas taktis yang memungkinkan Enrique memainkannya di berbagai posisi di lini serang. Keberaniannya berduel satu lawan satu menjadikannya senjata mematikan dalam pertandingan liga champions uefa yang sering kali membutuhkan kreativitas ekstra untuk memecah kebuntuan.
Akan kah Wonderkid ini sanggup membantu PSG untuk menggeser posisi Arsenal di puncak klasemen Liga Champions 2026 saat ini?
Leave a Reply